Rabu, 11 Mei 2011

SENAM BAYI, StimulasiOptimal di Masa Pertumbuhan

SENAM merupakan cara terbaik untuk mempertahankan kebugaran. Bagaimana bila ini diterapkan pada bayi?
Senam bayi merupakan bentuk permainan gerakan pada bayi, yang bertujuan untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Selain itu, juga untuk mengetahui jika terjadi perkembangan yang salah secara dini. Ini merupakan tindakan antisipasi yang tepat untuk penanganan agar bayi tumbuh normal.
”Senam bayi sangat penting karena ini merupakan salah satu usaha untuk mengoptimalisasikan proses tumbuh kembang pada bayi. Segala aspek yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi bisa tercapai dan terpenuhi. Selain itu, dengan senam bayi juga bisa mendorong inteligensi yang kompleks untuk bayi, termasuk belajar mengoordinasi,” ungkap ahli fisioterapi dari Rumah Sakit Adi Husada Undaan Surabaya Ninik Sutini SMPh.
Sementara, menurut Ahli Rehabilitasi Medik RSUPN Cipto Mangunkusumo dr Amendi Nasution SpRM, senam bayi sangat penting untuk menguatkan otot-otot dan juga sendisendi pada bayi sebagai persiapan bayi untuk duduk, berdiri, dan berjalan.
Hal senada diungkapkan seorang penyelenggara pendidikan dan kesehatan sekaligus kepala sekolah Twinkle Star, Lely Tobing, ”Senam bagi bayi sangat penting karena sama halnya dengan orang dewasa yang butuh senam untuk kebugaran tubuh. Begitu juga bagi bayi, dengan senam bayi membuat bayi merasa lebih segar.” Senam bayi sebaiknya dilakukan ketika bayi berumur 3 bulan ke atas, setelah kepala bayi mulai kuat. Saat usia bayi belum mencapai 3 bulan, gerakan- gerakan yang dilakukan bayi lebih kepada gerakan refleks.
”Sehingga kalau belum usia 3 bulan sudah diintervensi dengan gerakan yang dibantu orang lain, maka bisa saja akan terjadi penyimpangan- penyimpangan pada gerakan refleks bayi tersebut,” ung- kap Ninik. Gerakan pada senam bayi juga harus disesuaikan dengan perkembangan motoriknya. Ada tahapan-tahapan penting yang harus diperhatikan pada senam bayi, hal ini sesuai dengan proses tumbuh kembang bayi.
”Ada tiga tahap perkembangan bayi.Tahap pertama usia 3–6 bulan,tahap kedua usia 6–9 bulan, dan tahap ketiga usia 9–12 bulan,” ungkap dr Amendi. Untuk tahap awal, usia 3– 6 bulan, merupakan proses bayi belajar merangkak, dibutuhkan tangan dan kaki yang kuat untuk menopang tubuh bayi ketika merangkak. Senam dengan mengoptimalkan gerakan tangan dan kaki, berfungsi untuk membantu bayi merangkak.
”Tahapan pertama bisa dimulai dengan senam di antara kedua tangan, kedua kaki, dan mata. Dengan fokusnya pada gerakan tangan dan kaki,” ucap Ninik. ”Selain fokus pada gerakan kaki dan tangan, mata bayi juga dirangsang untuk mengikuti pergerakan kedua tangan dan kaki,” ujarnya. Senam bayi bisa dilakukan dengan posisi bayi tengkurap atau telentang.
Untuk posisi bayi tengkurap bisa dengan cara menekan pantat bayi secara halus dan pelan-pelan untuk memperoleh pergerakan panggul yang optimal. Bisa juga dikombinasikan dengan mengangkat kedua kaki sampai lutut bersudut 90 derajat. Hal ini untuk meluaskan pergerakan panggul.
Sementara itu, menurut Lely Tobing, gerakan-gerakan senam bisa dilakukan dengan menarik kaki kiri dan kaki kanan ke depan sehingga bisa membantu saat dia mulai merangkak karena otot-ototnya menjadi lebih lentur dan juga membantu otot-ototnya ketika bergerak. Jika bayi mulai tengkurap, proses tumbuh kembang selanjutnya adalah persiapan untuk duduk, menurut dr Amendi, otot panggul bayi perlu distimulasi agar bayi bisa duduk dengan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar